Seorang Pastor diutus ke
sebuah pulau yang kecil. Pada hari Minggu pertama, ketika sedang dalam
perjalanan menuju Gereja, ia berpapasan dengan seorang peminta-minta.
Peminta-minta tersebut tahu kalau sang pastor akan melewati jalan tersebut,
karena itu ia sengaja berdiri di sudut jalan itu menanti uluran tangan sang
pastor.
ˇ§Tolong saya sekeping perakˇ¨. Pinta pengemis tersebut sambil
mengulurkan tangannya. Sang pastor tanpa berpikir panjang merogoh sakunya dan
mengeluarkan beberapa keping perak. Pengemis tersebut amat senang dan bahagia.
Karena itu setiap hari ia akan selalu berada di sudut jalan tersebut menantikan
kedatangan sang pastor. Dan sang pastor pun tak pernah mengabaikan harapan
pengemis tersebut.
Tibalah suatu hari Minggu. Sang pastor seperti biasa melewati jalan yang
sama. Namun saat ini sang pastor mengulurkan tangan kepada pengemis tersebut dan
berkata; ˇ§Hari ini adalah hari Minggu. Berikan saya sekeping perak sebagai
persembahan hari Minggu.ˇ¨ Walau agak heran melihat ulah sang pastor, pengemis
itu merogoh sarungnya yang sudah kumal dan mengeluarkan sekeping perak dan
diberikan kepada sang Pastor.
Minggu berikutnyapun tiba. Sang Pastor berbuat hal yang sama. Ketika
pengemis itu akan memberikan uang peraknya, sang pastor berkata;Bawalah uang
perakmu itu ke gereja dan masukan itu ke kotak derma.ˇ¨ Pengemis membuat apa
yang diminta sang Pastor. Semua umat yang hadir kenal siapakah orang yang
berdiri di tengah mereka itu. Mereka bersama-sama lalu membantunya, dan pada
akhirnya ia dipermandikan dan menjadi aktivis gereja yang penuh semangat.
Sejak itu, pengemis itu baru sadar bahwa dalam kemiskinannya ia ternyata
masih memiliki sesuatu yang bisa diberikan kepada orang lain. Ia yang semula
cuman bertindak sebagai penerima, kini menjadi pemberi.
--------
-.)Banyak di antara kita tak menyadari bahwa kita memiliki banyak hal.
Kita butuh orang lain untuk menyadarkan bahwa kita memiliki kekayaan yang tak
pernah kita bayangkan sebelumnya.
-.)Berilah maka anda akan diberi.
Tarsis Sigho ~ Taipei